Masalah dan Ujian yang Menjadi Berkah Kehidupan

Saudaraku, perhatikanlah.
Kecelakaan dahsyat itu sering terjadi di jalan yang besar dan mulus, daripada jalan yang kecil sedikit berbatu.
Apakah kehidupanmu selalu mulus? Apakah sedikit beriak dan sedikit bergelombang? Engkau akan tahu kenapa ada masalah, engkau akan tahu hikmah ujian.
Jika hidupmu selalu mulus, sedangkan engkau tak kenal Allah, jangan-jangan itu adalah ISTIDRAJ.
Istidraj yaitu Allah berikan dunia kepadamu. Engkau hanya bersenang-senang saja, tapi hakikatnya Allah sudah tidak peduli padamu. Nantikanlah balasannya di hari kiamat. “Bersenang-senanglah” sebentar saja.
Istidraj itu:
Bisnismu lancar dan omset meningkat, tapi engkau lalaikan salat. Karier dan jabatan terus meninggi, tapi tidak menutup hijab. Bagaikan ibu yang memberikan gawai (gadget) pada anak kecilnya, kemudian ia berkata, “Mainlah sepuasnya, Nak, seharian.”
Justru terkadang kita butuh “cubitan kasih sayang”. Ujian yang menimpa adalah tanda kasih sayang.
Dalam hadis:
وَإِنَّ اللهَ إِذَا أَحَبَّ قَوْمًا ابْتَلاَهُمْ، فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا، وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ
“Apabila Allah mencintai seseorang, maka Allah akan memberikan cobaan kepadanya, barangsiapa yang rida (menerimanya) maka Allah akan meridainya dan barangsiapa yang murka (menerimanya) maka Allah murka kepadanya.” (HR. At-Tirmidzi)
Ujian juga adalah tanda kebaikan dari Allah.
Dalam hadis:
إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الْخَيْرَ عَجَّلَ لَهُ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدِهِ الشَّرَّ أَمْسَكَ عَنْهُ بِذَنْبِهِ حَتَّى يُوَفَّى بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Jika Allah menginginkan kebaikan pada hamba, Dia akan segerakan hukumannya di dunia. Jika Allah menghendaki kejelekan padanya, Dia akan mengakhirkan balasan atas dosa yang ia perbuat hingga akan ditunaikan pada hari kiamat kelak.” (HR. Tirmidzi no. 2396)
Baca juga tulisan kami:
- Tentang ISTIDRAJ
https://muslimafiyah.com/istidraj-kebahagiaan-yang-lebih-semu-lagi.html - Mengenai ujian dan kesabaran
https://muslimafiyah.com/dapat-masalah-malah-bersyukur.html
Demikian, semoga bermanfaat.
@ Yogyakarta Tercinta
Penyusun: Raehanul Bahraen
Artikel www.muslimafiyah.com



