Home / Bimbingan Islam / Parkir Mobil Di Jalan Depan Rumah dan Menganggu Jalan Warga

Parkir Mobil Di Jalan Depan Rumah dan Menganggu Jalan Warga

Tidak sedikit kasus di mana ada orang yang punya mobil tetapi tidak punya garasi mobil, sehingga ia harus parkir mobilnya di jalan depan rumahnya. Jika jalan di depan rumah itu tidak masalah dengan keberadaan mobil, mungkin tidak terlalu masalah, akan tetapi terkadang mobil diparkir sudah memakan tempat separuh jalan dan membuat arus jalan menjadi macet dan membuat halangan dan kesusahan bagi warga.

Mengingat jalan tersebut adalah jalan umum, hendaknya seorang muslim memperhatikan ajaran Islam bahwa termasuk keimanan adalah menyingkirkan “rintangan/gangguan” dari jalan semisal batu, kayu kecil duri dan lain-lain. Nah, apabila rintangan itu sebesar mobil, tentu lebih tidak layak lagi diparkir dan menjadi gangguan di jalan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺍﻟْﺈِﻳْـﻤَﺎﻥُ ﺑِﻀْﻊٌ ﻭَﺳَﺒْﻌُﻮْﻥَ ﺃَﻭْ ﺑِﻀْﻊٌ ﻭَﺳِﺘُّﻮْﻥَ ﺷُﻌْﺒَﺔً، ﻓَﺄَﻓْﻀَﻠُﻬَﺎ ﻗَﻮْﻝُ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺃَﺩْﻧَﺎﻫَﺎ ﺇِﻣَﺎﻃَﺔُ ﺍﻟْﺄَﺫَﻯ ﻋَﻦْ ﺍﻟﻄَّﺮِﻳﻖِ، ﻭَﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺀُ ﺷُﻌْﺒَﺔٌ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﺈِﻳْـﻤَﺎﻥِ .

“Iman itu ada tujuh puluh atau enam puluh sekian cabang. Cabang yang paling utama adalah ucapan Laa ilaaha illaAllah (tiada sesembahan yang haq selain Allah), sedangkan cabang yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan rasa malu merupakan salah satu cabang keimanan.” (HR. Bukhari & Muslim)

Seorang muslim adalah orang yang muslim lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Hendaknya jangan sampai membuat gangguan bagi orang lain.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺍﻟﻤﺴْﻠِﻢُ ﻣَﻦْ ﺳَﻠِﻢَ ﺍﻟﻤﺴْﻠِﻤُﻮْﻥَ ﻣِﻦْ ﻟِﺴَﺎﻧِﻪِ ﻭَﻳَﺪِﻩِ

“Yang disebut dengan muslim sejati adalah orang yang selamat orang muslim lainnya dari (gangguan) lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hendaknya memperhatikan ketika beli mobil:

1. Tidak kredit di bank dengan riba
Jika tidak ada uang tidak perlu beli, jangan memaksakan. Hidup apa adanya lebih menenangkan daripada hidup bergaya di atas utang. Apabila sagat butuh, tidak harus mobil baru, mobil second juga bisa asalkan masih bagus mesinnya.

2. Jika tidak perlu sekali, cukup satu mobil saja satu rumah. Terkadang belum sekali sudah beli mobil satu lagi (dengan riba dan kredit), satu mobil masuk garasi, satunya lagi parkir di jalan

3. Lebih baik kita mengorbankan ruang tamu rumah menjadi garasi, diubah menjadi garasi mobil atau diatur sedemikian rupa (bisa jadi dua fungsi). Ini lebih baik daripada menganggu jalan orang lain.

Demikian semoga bermanfaat

@Gemawang, Yogyakarta Tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

Leave a Reply