Home / Bimbingan Islam / Dokter Muslim Memilih Obat Turunan Sapi daripada Babi

Dokter Muslim Memilih Obat Turunan Sapi daripada Babi

Masih mengenai “video dokter” yang tersebar luas dengan cepat dan dampaknya agak meresahkan bagi masyarakat ataupun kami para tenaga kesehatan

Dia berkata  tentang obat yang dokter resepkan yang mengandung babi yaitu lovenox

Ini bisa membuat masyarakat berpikir bahwa obat dari turunan babi ini banyak dipakai dan dokter dengan mudahnya meresepkan

Jawabannya:

1. Obat dari babi sangat-super sedikit sekali

2. untuk lovenox (turunan babi) ada yang sejenis dan sama penggunaan dan indikasinya yaitu dari turunan bovine (sapi)

Jadi dokter muslim sudah tahu semua, kita PASTI insyaAllah pilih yang bovine (sapi)

3. Lovenox (turunan babi)  indikasinya untuk penyakit acute coronary syndrom

dan penyakit ini  BUKAN penyakit yang banyak  ditemui seperti batuk, pilek, demam, darah tinggi dll

jadi sangat jarang sekali, kalaupun dipakai karena sangat-super terpaksa, ini ada kaidah darurat.

Mengingat acute coronary syndrom adalah jenis penyakit kegawatdaruratan jantung dengan penanganan harus cepat karena berpacu untuk menyelamatkan.nyawa
Tentunya kita pilih yang dari bovine (sapi) terlebih dahulu

Kalau tidak ada baru, semoga dimaafkan dengann kaidah darurat dan jalan satu-satunya

الضرورة تبيح المحظورات

“Darurat membolehkan yang terlarang”

atau kaidah

ارتكاب أخف الضررين

“Memilih bahaya yang paling ringan”

Kalau tidak minum obat mungkin bisa mati, kalau minum tapi itu dari babi

Semoga Allah memberikan banyak kebaikan dan hidayah kepada dokter tersebut.

salam
dr. Raehanul Bahraen
(Pengasuh muslimafiyah.com)

4 Comments

  1. Susy says:

    Salam ya Akhi

     

    Afwan dlm komentar ini murni dari ana pribadi. Sesungguhnya telah tersebar sanggahan akhi berkenaan dgn video ttg Kajian seorg dokter mengenai Halal Haram Obat. Adapun tujuan akhi menanggapi video tsb sbg bentuk klarifikasi atau ikhlas mencari ridha Allah taala. Maka ikhlas hny Allah taala yg tahu,  krn scr zohir tampak Riya sdh adu argument. Maka perlu akhi ketahui, berkenaan dgn sanggahan tsb baik disadari ataupun tdk di bbrp group Majelis yg ana gabung, sungguh telah terjadi Pro Kontra yg mana akhirnya org tanpa ilmupun ikut berbicara. Dgn kondisi ini, bukankah akhi sdh membuat perpecahan? Sungguh ini adalah Fitnah or musibah. Juga perlu dilihat bhw cara pandang akhi dan pembicara yg ada di video tsb sdh berbeda. Terlepas dari sisi Haram Halal produk tp pointnya cara pandang dlm hal Kedokteran or medis dlm hal penyebab penyakit : akhi memandang penyebab penyakit adl kuman sedangkan org ada di video tsb memandang sumber atau penyebab penyakit adl lemahnya imunitas. Begitupun dgn tingkat darurat penangan kasus pd pasien mk akan berbeda penafsiran. Maka tak akan dpt suatu titik temu. Jika akhi berkata,  ana tdk tahu ada yg copas maka disitulah perlu kehatian2 kita dlm menulis krn apa2 yg kita tulis blm tentu dpt diartikan dgn tepat oleh penerima.

    Ini hny masukan, tak terima tak apa. Krn anapun pny pengalaman sbg seorg lulusan Public Health;  Peneliti di IKM UGM YOGYAKARTA dari bbrp program kesehatan yg didanai oleh WHO berkenaan dgn vaksin,  imunisasi; formulator di bidang pestisida; membaca dan mentelaah buku dan penelitian; sdh juga berbicara atau menanyakan pd dr. Jatmiko & salah satu R & D PT. Bio Farma dan lainna,  maka byk hal yg didapat. Banyak hal yg akhipun harus pelajari. Anapun menghindari diskusi2 atau menulis koment di dunia maya. Sangat besar mispersepsi. Jika ingin diskusi lanjut, silahkan. ini email ana [email protected] atau bisa dgn wa.

    Afwan jika ada kata2 yg tdk berkenan.

    Jazakaullah khair.
    Susy

    • Mohon maaf, silahkan baca bagus2 tulisan saya,
      Saya mendoakan kebaikan dokter yg divideo,

      Yg memulai dahulu siapa? Saya hanya membela dari bbrapa.pernyataan yg tidak benar

      Dan saya dgn dokternya sudah bertemu untuk tabayyun,

      kami berdua sudah selesai dan beliau akn mengeluarkan klarifikasi

      dan beliau mengakui bekiau khilaf dan ada salah paham

      Kalau memang terlihat riya’ silahkan.itu penilaian anda..

      Barakallahu fikum

    • Afwan silah jika ingin berdiskusi,
      semoga Allah memberikan.kebaikan yg bnyak kepada anda

  2. Susy says:

    Wafiikuk Barakallah ya akhi. smoga Allah jg membalas dgn kebaikan yg byk utk Anda

Leave a Reply