Home / Bimbingan Islam / Nikmatnya Dekat dengan Allah

Nikmatnya Dekat dengan Allah

Bisa jadi
Di sisi manusia

Satu keburukan

Menutup banyak kebaikan
Di sisi Allah

Satu kebaikan

Menutupi banyak keburukan
Allah sangat sayang 

Pada Hamba-Nya

Tapi kita yang

MENJAUH dari Allah
Dipanggil adzan shalat kita malah menjauh

Dipanggil umrah dan haji karena mampu

Kita malah menunda-nunda
Anak lebih nikmat dan nyaman berada di sisi ibu

Ibu sangat sayang pada anaknya

Tapi Allah lebih sayang pada hamba-Nya

MELEBIHI kasih sayang ibu pada anak-nya

Tentu nikmat dekat dengan Allah
Dalam hadits dikisahkan, seorang ibu yang terpisah dari bayinya. Akhirnya setelah pencarian yang lama, ia bertemu dengan bayinya, bayi tersebut segera disusui dan diberi kehangatan dan kasih sayang.
Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada para sahabatnya:
“Apakah menurut kalian ibu ini akan tega melemparkan anaknya ke dalam kobaran api?”
Kami menjawab, “Tidak mungkin, demi Allah. Sementara dia sanggup untuk mencegah bayinya terlempar ke dalamnya.”
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Sungguh Allah lebih sayang kepada hamba-hamba-Nya daripada ibu ini kepada anaknya.” (HR. Bukhari dan Muslim)[1]
Kita berdoa

Allah tidak akan

Melempar kita ke api neraka

Karena Allah sangat sayang

Kepada kita
Tapi masihkan kita

MENJAUH dari Allah?
@Yogyakarta Tercinta
Penyusun: Raehanul Bahraen
Artikel www.muslimafiyah.com
Baca tulisan kami lainnya terkait:

Terkena Musibah, Berarti Allah Sayang kepada Anda

Ingatlah Dua Hal Ini Agar Musibah Yang Sangat Berat Terasa Ringan

[1] Dari Umar bin Al Khattab radhiallahu ‘anhu , beliau menuturkan
ﻗﺪﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺳﺒﻲ، ﻓﺈﺫﺍ ﺍﻣﺮﺃﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﺒﻲ ﻗﺪ ﺗﺤﻠﺐ ﺛﺪﻳﻬﺎ ﺗﺴﻘﻲ، ﺇﺫﺍ ﻭﺟﺪﺕ ﺻﺒﻴﺎً ﻓﻲ
ﺍﻟﺴﺒﻲ ﺃﺧﺬﺗﻪ، ﻓﺄﻟﺼﻘﺘﻪ ﺑﺒﻄﻨﻬﺎ ﻭﺃﺭﺿﻌﺘﻪ، ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻨﺎ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : (ﺃﺗﺮﻭﻥ ﻫﺬﻩ ﻃﺎﺭﺣﺔ ﻭﻟﺪﻫﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺎﺭ ). ﻗﻠﻨﺎ: ﻻ، ﻭﻫﻲ ﺗﻘﺪﺭ ﻋﻠﻰ ﺃﻥ ﻻ ﺗﻄﺮﺣﻪ، ﻓﻘﺎﻝ: (ﻟﻠﻪ ﺃﺭﺣﻢ ﺑﻌﺒﺎﺩﻩ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺑﻮﻟﺪﻫﺎ
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kedatangan rombongan tawanan perang. Di tengah-tengah rombongan itu ada seorang ibu

yang sedang mencari-cari bayinya.

Tatkala dia berhasil menemukan bayinya di antara tawanan itu, maka dia pun memeluknya erat-erat ke tubuhnya dan menyusuinya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada kami,
“Apakah menurut kalian ibu ini akan tega melemparkan anaknya ke dalam kobaran api?”

Kami menjawab, “Tidak mungkin, demi Allah. Sementara dia sanggup untuk mencegah bayinya terlempar ke dalamnya.”
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Sungguh Allah lebih sayang kepada hamba-hamba-Nya daripada ibu ini kepada anaknya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Leave a Reply