Home / Bimbingan Islam / Meluruskan Informasi yang Tidak Tepat mengenai “Kedokteran Modern”

Meluruskan Informasi yang Tidak Tepat mengenai “Kedokteran Modern”

Maaf, ada beberapa informasi yang tidak benar mengenai para dokter dan kedokteran modern sehingga muncul salah paham di sebagian masyarakat semisal:

1. Dokter itu “bakul obat” hanya ingin agar obat laris

2. Dokter bermudah-mudahan operasi caesar dan tidak peduli dengan pasien

3. Kedokteran modern identitik dengan pengobatan dari negeri “kafir”

4. Dokter memberikan obat yang obat ini adalah racun

5. Dokter  anti total dengan herbal dan anti dengan thibbun nabawi

6. Anjuran secara MUTLAK: Jika sakit jangan langsung ke dokter 

7. Dokter memvonis “akan mati dalam waktu sekian” atau “penyakit tidak bisa sembuh”

Memang setiap profesi ada oknum segelintir orang tetapi mohon jangan digeneralisirkan
Berikut kami jelaskan ringkas saja, semoga bisa meluruskan
1. Dokter itu “bakul obat” hanya ingin agar obat laris
Perlu diketahui bahwa yang diajarkan pada kami semua dokter dan ini ada dalam kurikulum kedokteran bahwa yang namanya obat adalah jalan terakhir, jika bisa tidak pakai obat, maka tidak perlu pakai obat
Kami beri contoh:

Terapi pasien diabetes, terapi utama tahap awal adalah pasien memperbaiki pola hidup, pola makan dan lain-lainnya. Tidak langsung pakai obat, akan tetapi cukup banyak juga pasien yang tidak mampu mengontrol pola hidup terutama makanan, sehingga dokter pun memberikan resep obat
Terkadang ada istilah “minum obat seumur hidup” untuk kontrol gula, kami dokter pun tidak ingin, akan tetapi selama pasien tidak bisa mengontrol, selama itu pula obat dibutuhkan.
Mohon jangan meremehkan gula yang tidak terkontrol, akibatnya cukup berat, kami para dokter sangat sering melihat pasien dan bahaya hal ini. Sebagian mengatakan:

“Ah dokter cuma menakut-nakuti saja, dan disuruh minum obat seumur hidup supaya obatnya laku”
Tentu pernyataan di atas tidak tepat
Demikian juga mengenai halal haram obat dan informasi  yang tidak tepat mengenai alkohol adalah khmer serta obat narkoba dan lain-lain, silahkan baca penjelasan dan klarifikasi berikut:

Jawaban Bagi Yang Berkata: Banyak Obat Dokter Berbahaya dan Haram


Dan:

Alkohol Belum Tentu Khamer, Bedakan Antara “Minuman Beralkohol” dan Alkohol


Dan:

Jawaban Bagi yang Berkata “Obat Dokter dan Vaksin Hukumnya Syubhat”

2. Dokter bermudah-mudahan operasi caesar dan tidak peduli dengan pasien
Info ini tidak benar, mengenai operasi caesar ada indikasi medis dan dokter tidak boleh operasi caesar tanpa indikasi medis. Indikasi operasi caesar cukup ketat, misalnya sekedar lilitan tali pusar saja bukan indikasi. Dokter pun sangat berharap agar tidak operasi caesar dan kami sangat sering memberikan edukasi dan  penyuluhan agar tidak operasi caesar
Silahkan baca:

Benarkah Operasi Caesar Karena Bisikan atau Gangguan Jin?


Dan:

Operasi Caesar adalah Pengobatan Sebagai Bentuk Tawakkal

3. Kedokteran modern identitik dengan pengobatan dari negeri “kafir”
Info ini tidak sepenuhnya benar, dokter dan ilmuan islam yang pertama kali menaruh dan membuat dasar kedokteran Islam. Pertama kali membuat sekolah kedokteran islam dengan kurikulumnya di Andulusia Spanyol. Dokter Islam yang menemukan operasi caesar dan dokter Islam yanh pertama kali menemukan konsep ilmunisasi mencegah wabah berbahaya dan mematikan di zaman kekhalifahan Turki 
Silahkan baca penjelasan lanjutan:

Sejarah Kejayaan Kedokteran Islam

4.Dokter memberikan obat yang obat ini adalah racun
Ini info yang tidak tepat, obat bukan racun tetapi bahan yang sudah diatur dosisnya agar menjadi obat. Pemberian obat pun ada indikasinya, tidak sembarangan diberikan. Semua bahan berpotensi menjadi racun (membahayakan) jika berlebihan bahkan sampai bahan alami sekalipun (semisal cabai dll)
Mengenai ini silahkan baca:

Habbatus Sauda Juga Mengandung Zat Kimia (Obat Dokter Bahaya?)

5. Dokter  anti total dengan herbal dan anti dengan thibbun nabawi
Kedokteran modern tidak anti dengan metode pengobatan manapun. Intinya adalah jika metode tersebut sudah dibuktikan dengan penelitian ilmiah (apalagi sampai tahap meta analysis= ibarat hadits mutawatir) maka kedokteran modern pun mengakuinya.
Penelitian ilmiah ini menghilangkan berbagai faktor kebetulan (pas kebetulan sembuh) dan kasus-kasus umum yang mungkin tidak bisa untuk kasus spesifik, misalnya apakah aman untul bayi atau ibu hamil?
Bisa dilihat dibeberapa rumah sakit sudah ada “poli klinik akupuntur” ini metode cina kuno dan kedokteran modern sudah mengakuinya karena memang sudah ada penelitian ilmiahnya.
Untuk pembahasan ini silahkan baca:

Dokter, Ahli Herbal, Ahli Thibbun Nabawi Sama Baiknya Asalkan Ahli, Berilmu Dan Berpengalaman

6. Anjuran secara MUTLAK: Jika sakit jangan langsung ke dokter tapi coba ke selain dokter dulu
Sebenarnya ini terserah dan kami kembalikan pada pribadi masing-masing, akan tetapi kami para dokter hanya bisa memberikan penyuluhan dan edukasi (kami tidak bisa memaksa), ada beberapa penyakit yang emergensi atau darurat yang perlu segera ke dokter untuk menangganinya. Jika terlambat cukup berbahaya dan jika diketauhi lebih awal, akan lebih mudah diobati.
Contohnya gejala penyakit jantung mendadak, gejala strok awal, demam tinggi pada anak yang berpotensi demam-kejang
Atau kasus-kasus emergensi seperti kecelakaan dan lain-lainnya.
Terlalu sering kami lihat sendiri, pasien dengan hipoglikemi (gula darah rendah) dengan nilai kiritis, jika terlambat bisa membahayakan jiwa, dengan izin Allah di UGD kami masukkan glukosa infus kesadarannya membaik
Pengobatan dokter dan metode lain bisa dikombinasikan dan tidak perlu dipertentangkan

Silahkan baca:

Haruskah Kedokteran Modern Dan Thibbun Nabawi Dipertentangkan?


Dan:

Berobat Dengan Thibbun Nabawi Atau Ke Dokter Dahulu?


Dan:

Berdoa Kesembuhan dan Berobat ke Thabib/Dokter Dilakukan Bersamaan

7. Dokter memvonis “akan mati dalam waktu sekian” atau “penyakit tidak bisa sembuh”
Dokter tidak pernah memvonis, tetapi memprediksikan berdasarkan data dan kejadian penyakit tersebut dengan dasar penelitian. Yang namanya prediksi bisa benar bisa salah.
Sehingga pernyataan ini TIDAK tepat:

“Saya sudah divonis dokter akan mati dan divonis harus operasi, jika tidak saya ditakut-takuti dengan ini dan itu  mana biayanya besar lagi, eh buktinya, sampai sekarang saya sehat dan masih hidup”
Jika ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan dalam ilmu kedokteran modern, semisal AIDS dll. Itu berarti sampai sekarang belum ditemukan metodenya secara ilmu kedokteran modern. Tidak menutup kemungkinan diobati dengan metode lainnya selain kedokteran modern
Hadits mengenai “semua penyakit ada obatnya” itu benar. Obatnya sudah ada, akan tetapi kita yang belum menemukan obat tersebut dan bagaimana medote serta dosis racikannya
Pernahkan anda berobat menggunakan madu atau habbatus sauda kemudian tidak sembuh? Jika tidak sembuh bukam haditsnya yang salah, tapi belum memahami benar konsep thibbum nabawi yang dijelaskan ulama, semisal habbatus sauda itu baru bahannya saja, perlu ilmu racikan, dosis dan diagnosis untuk jadi obat.
Silahkan baca penjelasan berikut:

Mengapa Minum Habbatus Sauda Kok Tidak Sembuh?


Demikian penjelasan ini, semoga bermanfaat
@Yogyakarta Tercinta
Penyusun: dr. Raehanul Bahraen
Artikel www.muslimafiyah.com

Leave a Reply